Workshop Series Penyusunan Proposal KEMENDIKBUD-RISTEK
Bidang Kesehatan, Pangan, dan Obat- obatan
Pada 5 Oktober 2021 Badan Riset dan Inovasi (BRI) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan kegiatan sarasehan seri pertama yang membahas mengenai Penyusunan Proposal KEMENDIKBUDRISTEK di Bidang Kesehatan, Pangan, dan Obat-obatan. Sarasehan ini diselenggarakan melalui media Zoom meeting yang dimulai pada pukul 09.00 sampai dengan 11.00 WIB. Pemateri pada kesemapatan kali ini adalah Prof.Dr. Dyah Aryani Perwitasari S.Si, M.Si., Apt., yang merupakan dosen Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan .
Acara ini dibuka oleh kepala LPPM UAD yaitu Bapak Anton Yudhana, S.T., M.T., Ph.D. dengan menyampaikan beberapa sambutan. “saya berharap dengan adanya acara ini maka semua tim dapat mengetahui bagaimana cara menulis proposal yang baik dan juga bagaimana cara menentukan atau membuat skema. Saya juga berharap kita dapat menghitung besaran anggaran yang akan dihabiskan dalam penelitian nantinya” ujar Bapak Anton Yudhana, S.T., M.T., dalam sambutannya.
Peserta dari acara ini adalah para dosen pengampu bidang kesehatan, obat , dan makanan seperti dosen Fakultas Kedokteran (FK), dosen Fakultas Farmasi (FFar), dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKesMas), maupun dosen Program Studi Teknik Pangan (TekPang). Dalam sesi ini Prof.Dr. Dyah Aryani Perwitasari S.Si, M.Si., Apt. menyampaikan bahwa ketika menyusun proposal Bidang Kesehatan, Pangan, dan Obat- obatan maka administrasi harus dilakukan dengan cermat karena dari evaluasi yang dilakukan oleh pemateri sendiri, banyak sekali kualifikasi, rekam jejak, maupun dokumen-dokumen yang mengalami ketidak sinkronan.
Selain itu pemateri memberikan informasi mengenai peluang di Bidang Kesehatan, Pangan, dan Obat- obatan terbesar adalah dengan pengembangan dalam penanggulangan covid-19. Semua proposal penelitian yang berhubungan dengan covid-19 baik dibidang ketenagaan medis, pangan, maupun obat-obatanlah yang memiliki peluang lolos yang besar dalam penelitian. Faktor yang menjadi penyebabnya adalah karena penyakit ini sendiri memang belum sepenuhnya dapat teratasi secara menyeluruh bahkan diseluruh dunia. Maka peluang pengembangan dalam penanggulangan penyakit ini sangatlah besar baik di Bidang Kesehatan, Pangan maupun Obat- obatan.
Comments are closed